tiada arah langkah menapak
terhimpit sempit sebuah realita
mungkin telah sampai saatnya
ketika tetesannya bagai batu yang menghujam
sangat cepat dan menitipkan luka
Dan ini adalah sebuah rindu
jika saja kau bertanya
Namun ini bukan kesedihan
jika saja kau mengira
Kita tau bagaimana pelangi itu
seperti simfoni yang merdu
Kita tau rasanya rindu
seperti pelangi yang bening
dan simfoni yang bisu
Andai kini aku menggenggam seikat bunga
akan kutata rapi kelopak demi kelopak
kupercikkan tetesan hujan di tangkai-tangkainya
lalu.... Kuremukkan hingga tak bersisa
Dan kukatakan padamu, ini rindu
sebatas fana, yang menerobos luapan keruh
setiap kalimat ialah untukmu
dariku.. dari aku
Dan kau mengajakku bernostalgila
dengan segala kisah dan asa
sembari mendengarkan suara tanpa irama
biarkan jari jemari kita berdansa
hingga lelah dan kehilangan cinta.
Lalu pucuk angan tuk jumpa
seperti teratai di gurun sahara
yang menyenandungkan teriaknya
lalu,
Biarkan saja
ketidaksengajaan mempertemukan kita
Entah dimana
entah bagaimana.
Makassar, 06/01/2015, SHA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar