Tampilkan postingan dengan label INSPIRATIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRATIF. Tampilkan semua postingan

[Video] Film Pendek Karya Anak Minang "Tekad Apak"

PADANG - Sebuah film pendek karya anak Minang yang berjudul "TEKAD APAK" yang ikut ambil bagian dalam GO-VIDEO Competition 2016 yang diselanggarakan oleh GO-JEK dengan tema "Indonesia Pilih GO-JEK" berhasil mencuri perhatian netizen khususnya masyarakat Minang.

GO-VIDEO Competition 2016 dengan total hadiah Rp350 juta ini akan berlangsung hingga 31 Maret 2016. Video yang terkumpul akan dinilai oleh dewan juri kenamaan seperti Joko Anwar (Sutradara), Robin Moran (Sutradara) Mira Lesmana (Produser film) serta SEO GO-JEK Indonesia sendiri Nadiem Makarim.

Film "Tekad Apak" yang berkisah tentang seorang Apak (Bapak:red) menelusuri kerasnya Ibukota Jakarta demi memberikan kejutan dan menyaksikan anaknya yang akan wisuda di kampus Universitas Indonesia (UI).

Film yang dibumbui dengan dialog khas Minang itu bermula si "Apak" dengan menumpang bus NPM dari kampungnya menuju Jakarta. Saat sampai terminal disebuah WC umum si bapak kehilangan dompetnya. Beruntung dompetnya itu ditemukan seorang pemuda.

Bingung tak tau arah di Ibukota dan sudah kehilangan dompet pula lantas si bapak mampir ke sebuah Restoran Padang. Disini kisah harunya dimulai dan banyak kejutan-kejutan lainnya. Berhasilkah si bapak mengadiri wisuda anaknya? Akankah ia menyerah?

Berikut videonya :

Sumber

Di Jepang, Punya Mobil adalah Ciri Khas Orang Kampung

"Jika ada orang Jepang mengatakan bahwa dirinya memiliki dua mobil, sudah bisa dipastikan dia adalah petani."

Hanya orang-orang kota yang iseng dan tidak keberatan dengan sewa parkir selangit, yang memiliki kendaraan roda empat.

Itu pun jarang digunakan. Dia juga harus rela melihat mobilnya berdebu, karena berbulan-bulan tidak dipakai dan nyaris tidak ada tempat pencucian.

Kalaupun dipakai sesekali hanya untuk keluar kota. Sekali lagi ini menegaskan, bahwa hanya orang-orang yang hidup di kampung yang perlu mobil.

Jika berbicara masalah tinggal di kota atau kampung dalam konteks Jepang, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kualitas hidup, pendidikan atau kemakmuran.

Jalan kaki dan sepeda adalah kendaraan orang kota. Sepeda-sepeda di parkir di lahan yang dibawahnya adalah stasiun. Semua hunian di Jepang mempunyai standar yang sama, yaitu anti gempa dan dapat menjangkau stasiun terdekat dengan jalan kaki atau sepeda.



Jumlah penduduk Tokyo Raya (Greater Tokyo) termasuk kawasan penyangganya seperti Chiba dan Saitama, sekitar 30 juta orang atau tergolong paling padat di dunia. Namun penduduk Tokyo tidak pernah merasakan sesak dan bising seperti halnya di Jakarta.

Kenapa? Karena mereka tinggal tersebar, dan melakukan perjalanan pergi dan pulang dari tempat bekerja dengan kereta api. Jaringan kereta api di Tokyo adalah yang paling intensif di seluruh dunia. Kereta api menjangkau setiap sudut kota.

Jadwal keberangkatan dan kedatangan nyaris tidak pernah meleset, bahkan dalam hitungan detik sekali pun. Pengguna kereta api tidak mengobrol, mereka membaca buku. Berbicara menggunakan telepon seluler di hadapan orang lain, adalah perbuatan yang tergolong sangat tidak sopan.

Para pekerja tidak mempunyai masalah jarak antara tempat tinggal dan kantor. Mereka bisa memilih untuk tinggal dimana saja, karena biaya transportasi diganti kantor.

Pemerintah menjalankan strategi sedemikian rupa sehingga semua diarahkan menggunakan kereta api dan bukan bus kota apalagi kendaraan pribadi.

Perlu dicatat bahwa strategi itu didesain secara detail oleh universitas setempat dan pemerintah hanya tinggal mengimplementasikan. Sebuah cara yang sederhana namun perlu manusia berkualitas untuk mewujudkannya.

Orang-orang yang tinggal di kampung terutama petani, tentu saja perlu kendaraan roda empat, karena mereka petani maka perlu membawa logistik untuk keperluan bertanam. Mereka menggunakan kendaraan bak terbuka. Untuk kepentingan pribadi yang bersifat sosial, biasanya mereka menggunakan mobil yang lebih bersih.

Mereka yang tidak mengalami invasi Jepang menjelang Perang Dunia Kedua, mau tidak mau harus mengakui kehebatan kolonialisme era modern ini. Jepang berhasil menginvasi Indonesia, dengan menciptakan kondisi yang bertolak belakang dengan negaranya.

Industri otomotif Jepang secara brilian melancarkan strategi tepat terhadap pangsa pasar yang luar biasa besar, namun memiliki keterbatasan intelektual.

Jadi kita bisa membayangkan wajah keheranan seorang petani lobak di Gifu, bila tahu kalau kendaraan SUV-nya itu jika di Indonesia diposisikan sebagai simbol status eksekutif sukses yang penuh gaya.

sumber:
http://idnplus.blogspot.co.id/2016/03/anomali-jepang-memiliki-mobil-adalah.html

Desain Kolam Ikan di Depan Rumah Minimalis

Selamat bertemu kembali sahabat pecinta rumah minimalis yang mudah mudahan selalu dalam lindungan tuhan yang maha esa, kali ini admin mau me...