Tampilkan postingan dengan label Penulis Hebat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penulis Hebat. Tampilkan semua postingan

KIAT-KIAT MENULIS CERPEN

short storyMenulis cerpen itu gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena jumlah kata-kata dalam tulisan tidak sepanjang novel, dibilang susah karena justru dengan sedikitnya batasan jumlah kata, maka kita harus efektif menggunakan segala sumber daya. Sedikit kata tapi padat, inilah kira-kira semboyan cerpen.

Berikut ini sedikit kiat-kiat/tips dan trik dalam menulis cerpen. Cara-cara tersebut saya pakai dalam membuat cerpen-cerpen saya.
  1. Batasi jumlah figur dalam cerpen
    Anda harus dapat membuat pembaca dapat berimajinasi dengan cerita anda. Agar mereka dapat berimajinasi, maka anda harus menuliskan bahan-bahan agar mereka dapat berimajinasi.Agar dapat membayangkan tokoh dalam cerpen:
    -gambarkan bentuk wajah, emosi, potongan baju, dan lain-lainAgar dapat membayangkan lingkungan dalam cerpen:
    -ceritakan bentuk rumah, hawa:Panas karena mentari, dingin karena hujan? Dan lain-lainTentu, semakin banyak tokoh, akan semakin banyak penggambaran. Sehingga batasi jumlah figur dalam cerpen
  2. Kuatkan cerita di bagian pertama cerita dan akhir ceritaMemperkuat cerita di awal diperlukan agar pembaca mau terus membaca cerita anda. Memperkuat cerita di akhir cerita agar pembaca tetap terbayang-bayang dengan cerita anda.

  3. Gunakan plot sederhana dan Pusatkan masalah hanya pada satu masalah saja
    Karena anda dibatasi dengan jumlah halaman. Maka anda harus membatasi plot agar tidak terlalu komplek, sehingga penyelesaiannya butuh berlembar-lembar kertas. Saya pribadi lebih banyak menggunakan plot sebagi berikut:Pembukaan –> Masalah –> Mulai Mengatasi Masalah –> Masalah Memuncak/Klimak – Penyelesaian Masalah
Apa yang sudah saya tulis diatas bukan harga mati. Mungkin anda mempunyai formula lain? Silakan berbagi dengan saya.

CARA MEMBUAT RESENSI CERITA FIKSI

Banyak situs di internet menyajikan banyak cara dalam membuat resensi buku fiksi. Satu sama lain terkadang menyajikan filosofi dan cara yang berbeda-beda. Bagi saya, resensi bukan alat untuk menjatuhkan penulis.

Saya gemar membuat resensi justru untuk mengkritisi karya fiksi saya pribadi. Jika saya mengagumi gaya tulis seorang penulis, maka itu sama saja dengan mengakui kelemahan saya dan mulai belajar untuk menjadi lebih baik. Sebaliknya, akan saya anggap sebagai rambu agar saya tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Saya memakai poin-poin berikut ini dalam membuat sebuah resensi fiksi.
1. Respon
Ketika saya selesai membaca sebuah karya fiksi. Saya selalu melihat pada diri saya sendiri. Bagaimana perasaan saya saat selesai membaca sebuah cerita? Ingin kelanjutannya? Apakah saya merasakan ketegangan, rasa romantika, ketakutan atau yang lain? Apakah seakan-akan saya menghadapi tokoh nyata, bukan sekedar fiksi? Adakah hal yang membuat saya tidak puas? Merasa janggal ataukah tidak puas?
2. Tema
Cerita di dalam dunia ini memang banyak, tetapi hanya jenis-jenis cerita tertentu yang disentuh oleh penulis. “Hal-hal” demikian diketahui benar oleh penulis, sehingga kebanyakan mereka menyentuh “hal-hal” yang sama (terutama penulis novel populer). Saya pribadi tak mempermasalahkan perulangan tema. Saya tak mengidolakan tema tertentu. Coba Anda lihat, berapa banyak cerita yang memakai tema-tema seputar goblin, peri, zombi, atau kurcaci. Mengamati seberapa besar tema dikembangkan dalam sebuah cerita adalah lebih penting. Penulis yang baik dapat mengembangkan tema cerita sedemikian rupa hingga tingkat klise menjadi tipis.
3. Aksi
Seberapa banyak kejadian-kejadian yang membuat plot bertambah maju/berkembang? Aksi-aksi bagaimana yang membuat hubungan antartokoh atau cerita bertambah rumit. Ada penulis yang membuat cerita berputar-putar di itu-itu juga sehingga narasinya hanya memperbanyak halaman saja tanpa memajukan plot. Banyak-Sedikit perputaran cerita memang tak bisa diperdebatkan. Namanya juga seni, suka-suka yang baca, kan? Bagi remaja, cerita romansa yang banyak mempunyai adegan asmara mungkin akan tampak asoy, tetapi bagi para dewasa, mungkin bobot ceritalah yang menjadi tolak ukur suatu cerita itu menarik. Bandingkan novel-novel Barbara Cartland atau Jane Austen dengan novel-novel populer saat ini, saya yakin Anda akan cepat menemukan perbedaannya.
4. Penokohan
Seberapa banyak round-characterflat-character, atau messenger character? Apakah narasi tentang tokoh dapat mengungkapkan kepribadian tokoh. Apakah perkembangan round-character cukup masuk akal sampai pada penutupan novel? Bagaimana hubungan antartokoh? Tokoh yang “gue banget” sangat disukai pembaca, sehingga mengamati penokohan pada novelbest seller menjadi pembelajaran yang sangat menguntungkan bagi penulis.
5. Teknik Narasi
Sudut pandang apa yang dipakai? Siapa narator-nya? Bagaimana kepribadian narator? Apakah narator mengarahkan pembaca ataukah hanya sekedar jejak supaya pembaca berpikir sendiri? Lebih banyak showing atau telling? Teknik narasi adalah cara menyampaikan suatu cerita agar enak dinikmati dan tidak menimbulkan kebosanan bagi pembaca.
6. Nada
Apakah cara tulis pada novel tersebut kaku? Formal sekali, mirip buku-buku nonfiksi, atau seperti gaya reporter surat kabar? Bagaimana narator menyapa pembaca. Sejajar-kah dengan pembaca atau-kah seperti guru sedang mendongeng untuk murid-muridnya? Nada-nada dalam novel seperti impersonal, formal ataukah intim harus sesuai dengan usia pembaca. Penulis haruslah memperhatikan sintaksis dan kosakata yang dipakai agar cerita dapat dicerna oleh pembaca.
7. Dialog
Penulis menyampaikan dialog dalam beberapa cara. Tokoh bisa saja bercakap dengan dirinya sendiri seperti ekacakap dalaman langsung (direct interior monologue), ekacakap dalaman tak langsung (indirect interior monologue) atau berbicara kepada pembaca. Apakah disamping tokoh, narator sendiri juga berbicara kepada pembaca? Bagaimana cara dialog tersebut hadir? Apakah cuma sekedar berkomentar atau menyela? Apakah suatu dialog terasa realis sekali atau konvensional? Apakah dialog tersebut dapat menggantikan narasi, jejak (clue), atau mengandung foreshadowing? Ataukah sekedar cliffhanger saja?
8. Proses Mental
Bagaimana proses mental para tokoh. Apakah pembaca tahu isi pikiran tokoh (omnicient)? Apakah kondisi kejiwaan tokoh berkembang sesuai dengan kemajuan plot? Apakah pembaca dapat mengetahui proses mental tersebut lewat warta dari penulis. Bagaimana caranya? Lewat teknik arus kesadaran? Komentar narator?
9. Keterlibatan Dramatik
Apakah pembaca dapat menangis, tertawa, sedih atau marah sesuai dengan cerita yang dibacanya? Sampai seberapa jauh pembaca terpengaruh? Atau malah sebaliknya, mereka merasa flat-flat saja dari awal sampai akhir novel?
10. Simbol
Penulis tidak selalu menyampaikan sesuatu secara eksplisit. Penulis terkadang menyandikan apa yang ingin mereka sampaikan lewat simbol. Peresensi perlu memahami bentuk-bentuk simbolis yang dipakai agar dapat memahami keseluruhan cerita.

Jenis-jenis Cerita yang Disukai Pembaca



Sumber: Pinterest
Jenis-jenis cerita berikut ini adalah hasil pengalaman baca saya pribadi. Namun dari pengalaman membuat cerpen untuk teman-teman ataupun atas permintaan “pelanggan cerita” saya, ternyata jenis-jenis cerita berikut bukan hanya saya yang menyukainya. Yang saya maksudkan dengan cerita disini tidak selalu berupa novel, tetapi bisa juga film, lagu atau puisi.
Cerita Inspirasi
Cerita jenis ini selalu mempunyai kekuatan untuk mengubah perilaku seseorang. Anda tentu masih ingat betapa laris-manis buku-buku Chicken Soup for The Souls. Kekuatan cerita ini terletak pada “tidak adanya perintah” kepada pembaca untuk melakukan sesuatu. Cerita inspirasi hanya mempengaruhi pembaca dengan cara radiasi. Atau bahasa kerennya persuasi.
Cerita Tak Terduga (Mengandung Twist)
Tak perduli ceritanya pendek atau sederhana, cerita tak terduga selalu menarik perhatian saya. Cerita jenis ini jelas dirancang dengan matang oleh penulisnya. Efek yang ditimbulkan sangat beragam terhadap pembaca. Bisa marah, jengkel, merasa tertipu, atau malah tertawa? Dalam hal twist, saya selalu tertipu oleh Agatha Christie.
Cerita Tentang Pantang-Menyerah
Saya atau Anda tentulah satu-dua kali pernah merasa putus asa. Belum tentu kita menerima pendapat orang, misal teman, orangtua atau pacar, saat kita berada dalam keadaan ini. Cerita tentang pantang-menyerah selalu memberi kita inspirasi untuk bangkit dari keterpurukan. Semoga para pengarang cerita pantang-menyerah selalu masuk surga. (Amin!)
Cerita Sedih
Para peneliti menemukan bahwa tubuh kita mengeluarkan bahan beracun saat emosi. Bahan-bahan tadi, seperti endorphin leuchine-enkephalin, adrenocorticotrophic hormone (ACTH) dan prolactin, dikeluarkan karena jasa air mata. Dengan dikeluarkan bahan-bahan tadi, tubuh kita terhindar dari tekanan darah tinggi, masalah hati dan sakit lambung.
Maka, jika Anda sedih dan tak bisa mengeluarkan air mata (terutama cowok), ada baiknya jika membaca cerita-cerita sedih. He..he…he…
Cerita sedih mungkin tak menyenangkan, tetapi entah kenapa, banyak orang menyukai cerita jenis ini. Yang saya maksudkan dengan sedih tidak melulu tentang akhir-sedih tetapi juga akhir-bahagia (orang bahagia juga bisa menangis, kan?). Terutama wanita. Lho, kenapa? Kata peneliti, sih, wanita menangis 3,2 kali sebulan, sedangkan cowok 1, 3 sebulan.
Cerita Terkuaknya Rahasia
Cerita misteri tidak selalu horor. Cerita misteri tidak selalu berhubungan dengan hantu. Cerita misteri yang menguak suatu rahasia sungguh menyenangkan. Bikin dag dig dug. Membuat penasaran yang pada akhirnya meletuskan jerawat kekesalan (terhadap awal-awal cerita) di akhir cerita. Saya sudah menghabiskan cerita-cerita Lima Sekawan, Hardy’s Boys dan Trio Detektif karena rasa penasaran ini.
Membangkitkan Senyum atau Tawa
Saya masih ingat cerita-cerita Lupus saat saya masih sekolah. Saya selalu tertawa-tawa dengan gaya bahasa Lupus, Lulu dan Boim. Jaman sekarang memang bukan jaman Lupus, tetapi buku-buku dari Raditya Dika dapat digunakan sebagai pengganti cerita-cerita tentang sebuah senyum. Oh, ya, tak lupa saya juga merekomendasikan Kayla Twitter Camping karya Triani Retno, cukup kocak.
Cerita Tentang Perjalanan
Masih ingat cerita 5 cm. Kisah tentang perjalanan mendaki gunung ini masih segar di ingatan saya. Bukan hanya karena Raline Syah yang cantih (eh?) tetapi karena prinsip-prinsip yang mereka pegang tentang sebuah kehidupan. Nah, ngomong-ngomong masalah kisah perjalanan, saya juga tak lupa saat-saat dengan begitu antusiasnya membaca perjalanan Roy yang ditulis Gola Gong.
Cerita Tentang Sebuah Mimpi yang Menjadi Nyata
Berapa banyak diantara kita yang dulu-dulunya mempunyai mimpi dan sampai sekarang (setelah sekian lama) masih terus berjuang mendapatkannya? Cerita tentang mimpi menjadi nyata juga termasuk jenis cerita yang saya sukai. Cerita-cerita seperti ini mengingatkan kita tentang cita-cita yang mungkin sudah terkubur. Cerita ini membuat kita bangkit dari adem-ayem menjadi bersemangat lagi mengejarnya.
Cerita Tentang Pantang Menyerah
Kisah-kisah seperti Surat Kecil untuk Tuhan (Agnes Donovar) dan 9 Summers 10 Autums (Iwan Setyawan) ataupun Montase (Windry Ramadina) sungguh buku bermutu. Saya tak bisa menjelaskan kepada Anda apa itu “Pantang Menyerah”, tetapi dengan membaca buku-buku tadi, saya harap Anda akan mengetahui maksud saya.
Cerita Tentang Sudut Pandang yang Lain
Selama kita hidup, kita mempunyai banyak sekali pengalaman. Pengalaman-pengalaman tadi akan membentuk kita menjadi orang seperti saat ini. Terkadang dengan membaca sebuah karya fiksi, kita jadi berpikir untuk memandang persoalan dari sudut pandang lain. Cerita-cerita jenis ini membuat kita berhati-hati saat menghakimi orang lain. Kita akan berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan terhadap nasib orang lain.
Dulu, dulu sekali sewaktu kita masih kecil, kita mungkin akan mudah mengatakan “Papa pelit” atau “Mama tidak sayang aku” saat keinginan kita tidak dituruti. Saat kita menjadi orangtua, kita sekarang tahu bagaimana sulitnya menjadi seperti orangtua kita dahulu. Kita sekarang tahu bagaimana sulitnya mencari uang. Cerita fiksi bisa mem-bypass rasa penyesalan kita sehingga tidak perlu berujar “Ah, sudah terlambat”.

Cara Dan Tips Menjadi Penulis Terkenal

Cara Menjadi Penulis Terkenal oleh CaraRahasia
Menjadi seorang penulis yang terkenal adalah mudah-mudah gampang untuk mencapai hal tersebut. Untuk menjadi calon penulis terkenal perlu beberapa sedikit usaha agar tulisan anda dibaca dan dikenal oleh khalayak umum. Berikut beberapa tips agar anda dapat menjadi penulis terkenal;

1. Mengikuti Kontes

Salah satu cara paling ampuh untuk mengenalkan diri anda di khalayak umum adalah mengikuti kontes lomba penulisan yang diadakan di kota anda, baik itu di sekolah, di kampus, ataupun di tempat-tempat umum. Hal ini menjadi nilai plus bagi anda. Karena jika anda menjadi pemenang dalam lomba kontes tersebut mungkin anda akan diperkenalkan dengan penulis-penulis terkemuka bahkan anda bisa saja bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan penulisan.

2. Mengirim Cerita

Apakah anda ingin menjadi calon penulis novel dan sastra lainnya? Anda mungkin saja sudah banyak melakukan hal-hal kecil seperti mengirim tulisan anda kepada penerbit namun tidak diterima. Anda bisa melakukan hal-hal kecil lainnya seperti dengan mengirim jurnal puisi atau novel anda di media sosial. Misalnya anda dapat mengirimkan tulisan anda di kompasiana.com. Mungkin saja beberapa editor melirik tulisan anda dan menerbitkan tulisan anda baik itu di majalah, koran, atau media lainnya.

3. Produk Digital

Anda juga dapat memanfaatkan keterampilan anda serta mengenalkan tulisan anda kepada orang lain yaitu dengan membuat ebook yang dapat dengan mudah diakses oleh orang lain. Hal lainnya juga dapat anda lakukan juga kursus online. Seperti kursus bagaimana cara menulis cerpen, puisi, novel, atau artikel dengan baik, dan banyak hal lainnya.

4. Menulis Untuk Koran dan Buletin

Anda mungkin dapat memuat opini-opini anda di kolom koran. Hal ini cukup ampuh untuk mengenalkan diri anda kepada khlayak ramai bagaimana karakter dalam penulisan anda.

5. Menemui Penulis Lain

Temuilah beberapa orang yang memiliki minat yang sama seperti anda yaitu menulis. Anda dapat banyak belajar baik itu menambah pengetahuan dan memperbanyak teman yang mungkin lebih banyak pengalaman dalam menulis. Anda juga dapat bertemu dengan penulis lainnya seperti melalui media blogger misalnya.

6. Mencari dan Melakukan Kritik

Anda dapat mencari dan melakukan seseorang yang dapat mengkritik tulisan anda. Tapi carilah orang yang mengerti tulisan anda dan karakter tulisan anda. Hal ini dimaksudkan untuk membantu dan mengembangkan tulisan anda.

7. Berbicara Pada Acara Live

Menjadi seorang penulis yang terkenal tidak cukup hanya dengan tampil di belakang layar. Tetapi untuk menjadi penulis terkenal anda harus berani untuk tampil secara langsung di depan audiens. Hal ini dimaksudkan untuk memperkenalkan diri anda, tulisan anda, bahkan anda dapat berinteraksi dengan pembaca langsung, mendapatkan kritikan dan saran serta pengetahuan yang belum anda ketahui sebelumnya dari audiens.

CARA SEDERHANA MENJADI PENULIS HEBAT

Entah perasaan saya saja atau gimana, rasanya akhir-akhir ini profesi sebagai penulis atau blogger menjadi sebuah pilihan karir yang ‘kece’. Berbeda dengan dulu, banyak orang yang bilang bahwa menjadi penulis tidak memiliki masa depan yang jelas. Bayarannya sedikit, dan tidak mungkin menjadi kaya raya.
Sebenarnya tergantung tujuannya sih. Menurut saya, orang yang menulis karena ingin kaya akan sangat rentan kehilangan semangat. Namun, orang yang memang menulis dari hati, ingin berbagi manfaat dan karya, justru akan menghasilkan materi luar biasa yang tidak terduga.
Dalam sebuah seminar kepenulisan, saya pernah ditanya oleh peserta. Apa sih yang membedakan seorang penulis hebat dengan penulis yang biasa-biasa saja? Berikut ini akan saya berikan dua cara sederhana untuk menjadi penulis luar biasa yang saya dapatkan seorang penulis hebat.
Saya mengutip sebuah kalimat dari Stephen King, “If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot and write a lot.”
Saya sependapat dengan kalimat di atas. Jika kita ingin menjadi penulis, maka lakukanlah dua hal: banyak membaca serta banyak menulis. Banyak dari kita yang ingin menjadi penulis, namun malas membaca, apalagi menulis.
Memang benar ada teknik lain agar kita bisa menjadi seorang penulis hebat, namun dua hal di atas adalah teknik yang paling mendasar. Pertama, banyak membaca. Seorang penulis hebat umumnya adalah seorang yang sangat rakus membaca. Saya terinspirasi dari salah satu guru saya, Pak Sapto Waluyo. Beliau adalah seorang jurnalis dan penulis produktif. Hebatnya lagi beliau selalu tahu apa yang saya tanyakan dan nyambung dengan segala topik diskusi. Baik yang sedang hangat ataupun isu-isu lama. Banyak membaca memperkaya wawasan dan sangat membantu untuk menjadi penulis yang hebat.
Selanjutnya adalah banyak menulis! Ya, tuliskanlah apapun yang terlintas di kepala kita. Saran saya, untuk tahap awal tuliskanlah dulu apa adanya. Tidak perlu pusing memikirkan editing atau tata bahasa, apalagi EYD. Paling penting adalah bagaimana kita bisa mengkomunikasikan gagasan kita melalui tulisan tersebut. Terus berlatih dan berlatih. Sebaiknya alokasikan waktu khusus untuk menulis setiap hari, entah itu di atas kertas, menulis diary, blogging, atau mengirimkan artikel ke media massa.
Saya sendiri saat ini selalu mengagendakan untuk membeli buku atau membaca 3 buku baru selain buku kuliah dan mengalokasikan waktu 2 jam per hari untuk membaca. Menurut saya itu pun masih kurang karena saya sadar semakin saya membaca, semakin banyak hal yang saya tidak tahu. Apalagi jika sudah menggunakan media internet di mana informasi dan wawasan sedemikian berlimpah! Saya juga membiasakan menulis setiap hari di blog ini, bahkan walaupun hari libur sekalipun.
Alhamdulillah walaupun belum jadi penulis sukses, namun saya senang dengan berbagai respon terhadap tulisan-tulisan saya baik yang ada di blog ini ataupun di media massa. Berawal dari tulisan saya yang random dan benar-benar antah-berantah, sekarang tulisan saya justru sangat dinikmati oleh pembaca. Banyak yang mengirimkan email ucapan terima kasih karena terinspirasi oleh tulisan saya. Saya pun semakin terlecut untuk terus belajar menghasilkan karya-karya tulisan yang lebih baik lagi ke depannya.
Sekaligus memperingati momen tahun baru hijriyah, mari kita sama-sama berdoa semoga kita diberikan usia dan diridhoi untuk mengisi usia kita dengan karya yang jauh lebih baik daripada karya-karya kita di tahun sebelumnya. 
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki tips lain untuk bisa menjadi seorang penulis hebat?

Desain Kolam Ikan di Depan Rumah Minimalis

Selamat bertemu kembali sahabat pecinta rumah minimalis yang mudah mudahan selalu dalam lindungan tuhan yang maha esa, kali ini admin mau me...