Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis. Tampilkan semua postingan

MENULIS NOVEL ATAU CERPEN?

short story

Apakah anda ingin menjadi seorang penulis fiksi? Jika jawaban anda Ya maka anda akan dihadapkan lagi pada persoalan: Jenis tulisan apa yang anda tulis: Cerpen atau Novel? Hanya anda yang dapat menjawab pertanyaan ini. Tetapi di artikel ini saya mencoba memberikan sumbangan pemikiran.
Sebenarnya apa sih yang disebut Cerpen atau Novel?  Pertanyaan ini tidak dapat dijawab secara pasti. Masing-masing penulis, penerbit, atau majalah-majalah penerima tulisan tidak mempunyai kata sepakat. Namun jika diamati satu persatu, dapat ditarik suatu kesamaan. Yang jelas Cerpen, sesuai dengan namanya: Cerita Pendek, selalu lebih pendek dari Novel. Jika Cerpen selalu dapat disajikan pada media buku, maka Novel selalu dalam bentuk buku.
Ditilik dari syarat-syarat cerpen di majalah-majalah, sebuah Cerpen biasanya terdiri dari empat belas ribu kata, sementara novel terpendek sekitar tiga puluh ribu kata sampai tak terbatas. Lantas bagaimana dengan novelet? Ya, di beberapa majalah yang memuat cerita, kadang dijumpai istilah Novelet. Saya sendiri biasanya mendefinisikan novelet sebagai cerita bersambung (yang biasanya dimuat di beberapa kali terbitan) yang dimuat pada sekali terbitan, meskipun bisa saja novel dibuat jadi cerita bersambung. Panjang novelet diantara Cerpen dan Novel, antara 30 ribu kata sampai 40 ribu
Nah setelah anda memahami panjang tulisan Cerpen dan Novel, sekarang, mana yang anda pilih? Menulis Novel atau Cerpen? Apapun yang anda pilih bukan masalah benar atau salah, itu hak anda. Namun saya pribadi mempunyai beberapa titik pemikiran sebagai berikut:
  1. Menulis Adalah Ketrampilan
    Layaknya sebuah ketrampilan, menulis perlu dilatih. Latihan tidak dapat hanya sekali tetapi berkali-kali. Dengan menulis berbagai karakter, berbagai genre, berbagai dialog dalam variasi cerita di tiap penulisan. Melihat kenyataan ini, maka menulis cerpen adalah permulaan yang bagus. Cerpen dapat lebih cepat diselesaikan, sehingga dalam satu bulan kita dapat berlatih menulis berbagai obyek yang berbeda-beda. Ini beda sekali dengan novel yang mungki per Novel dapat kita tulis selama tiga bulan, sehingga selama itu kita hanya berkutat dengan obyek cerita yang sama
  2. Biasakan Menyelesaikan Apa yang Kita Mulai
    Menulis cerita yang panjang seperti novel membutuhkan energi yang besar. Ketidakpunyaan energi ini menyebabkan kita berhenti di tengah jalan. Jika kita biasa berhenti di tengah jalan, ini akan menjadi kebiasaan, kebiasaan yang buruk. Sehingga dengan demikian memilih untuk menulis cerpen adalah pilihan yang baik
  3. Semakin Banyak Bukti Karya Semakin Memperkuat Keinginan
    Jika kita selalu berhenti di tengah jalan, maka kita akan mempunyai pikiran bahwa kita tidak mampu. Ini pemikiran yang membunuh. Sebaliknya, mengetahui bahwa kita mempunyai beberapa karya akan memperkuat kenyakinan bahwa kita mampu. Maka sebaiknya pilihlan cerpen sebagai karya tulis anda, sampai anda siap menulis yang lebih panjang dengan media novel
Hasil akhir dari keputusan: Novel atau Cerpen memang pada akhirnya terserah anda. Apapun jenis tulisan fiksi yang anda sukai, selama anda meniknmatinya, tidak masalah untuk anda lakukan.

KIAT-KIAT MENULIS CERPEN

short storyMenulis cerpen itu gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena jumlah kata-kata dalam tulisan tidak sepanjang novel, dibilang susah karena justru dengan sedikitnya batasan jumlah kata, maka kita harus efektif menggunakan segala sumber daya. Sedikit kata tapi padat, inilah kira-kira semboyan cerpen.

Berikut ini sedikit kiat-kiat/tips dan trik dalam menulis cerpen. Cara-cara tersebut saya pakai dalam membuat cerpen-cerpen saya.
  1. Batasi jumlah figur dalam cerpen
    Anda harus dapat membuat pembaca dapat berimajinasi dengan cerita anda. Agar mereka dapat berimajinasi, maka anda harus menuliskan bahan-bahan agar mereka dapat berimajinasi.Agar dapat membayangkan tokoh dalam cerpen:
    -gambarkan bentuk wajah, emosi, potongan baju, dan lain-lainAgar dapat membayangkan lingkungan dalam cerpen:
    -ceritakan bentuk rumah, hawa:Panas karena mentari, dingin karena hujan? Dan lain-lainTentu, semakin banyak tokoh, akan semakin banyak penggambaran. Sehingga batasi jumlah figur dalam cerpen
  2. Kuatkan cerita di bagian pertama cerita dan akhir ceritaMemperkuat cerita di awal diperlukan agar pembaca mau terus membaca cerita anda. Memperkuat cerita di akhir cerita agar pembaca tetap terbayang-bayang dengan cerita anda.

  3. Gunakan plot sederhana dan Pusatkan masalah hanya pada satu masalah saja
    Karena anda dibatasi dengan jumlah halaman. Maka anda harus membatasi plot agar tidak terlalu komplek, sehingga penyelesaiannya butuh berlembar-lembar kertas. Saya pribadi lebih banyak menggunakan plot sebagi berikut:Pembukaan –> Masalah –> Mulai Mengatasi Masalah –> Masalah Memuncak/Klimak – Penyelesaian Masalah
Apa yang sudah saya tulis diatas bukan harga mati. Mungkin anda mempunyai formula lain? Silakan berbagi dengan saya.

CARA MEMBUAT RESENSI CERITA FIKSI

Banyak situs di internet menyajikan banyak cara dalam membuat resensi buku fiksi. Satu sama lain terkadang menyajikan filosofi dan cara yang berbeda-beda. Bagi saya, resensi bukan alat untuk menjatuhkan penulis.

Saya gemar membuat resensi justru untuk mengkritisi karya fiksi saya pribadi. Jika saya mengagumi gaya tulis seorang penulis, maka itu sama saja dengan mengakui kelemahan saya dan mulai belajar untuk menjadi lebih baik. Sebaliknya, akan saya anggap sebagai rambu agar saya tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Saya memakai poin-poin berikut ini dalam membuat sebuah resensi fiksi.
1. Respon
Ketika saya selesai membaca sebuah karya fiksi. Saya selalu melihat pada diri saya sendiri. Bagaimana perasaan saya saat selesai membaca sebuah cerita? Ingin kelanjutannya? Apakah saya merasakan ketegangan, rasa romantika, ketakutan atau yang lain? Apakah seakan-akan saya menghadapi tokoh nyata, bukan sekedar fiksi? Adakah hal yang membuat saya tidak puas? Merasa janggal ataukah tidak puas?
2. Tema
Cerita di dalam dunia ini memang banyak, tetapi hanya jenis-jenis cerita tertentu yang disentuh oleh penulis. “Hal-hal” demikian diketahui benar oleh penulis, sehingga kebanyakan mereka menyentuh “hal-hal” yang sama (terutama penulis novel populer). Saya pribadi tak mempermasalahkan perulangan tema. Saya tak mengidolakan tema tertentu. Coba Anda lihat, berapa banyak cerita yang memakai tema-tema seputar goblin, peri, zombi, atau kurcaci. Mengamati seberapa besar tema dikembangkan dalam sebuah cerita adalah lebih penting. Penulis yang baik dapat mengembangkan tema cerita sedemikian rupa hingga tingkat klise menjadi tipis.
3. Aksi
Seberapa banyak kejadian-kejadian yang membuat plot bertambah maju/berkembang? Aksi-aksi bagaimana yang membuat hubungan antartokoh atau cerita bertambah rumit. Ada penulis yang membuat cerita berputar-putar di itu-itu juga sehingga narasinya hanya memperbanyak halaman saja tanpa memajukan plot. Banyak-Sedikit perputaran cerita memang tak bisa diperdebatkan. Namanya juga seni, suka-suka yang baca, kan? Bagi remaja, cerita romansa yang banyak mempunyai adegan asmara mungkin akan tampak asoy, tetapi bagi para dewasa, mungkin bobot ceritalah yang menjadi tolak ukur suatu cerita itu menarik. Bandingkan novel-novel Barbara Cartland atau Jane Austen dengan novel-novel populer saat ini, saya yakin Anda akan cepat menemukan perbedaannya.
4. Penokohan
Seberapa banyak round-characterflat-character, atau messenger character? Apakah narasi tentang tokoh dapat mengungkapkan kepribadian tokoh. Apakah perkembangan round-character cukup masuk akal sampai pada penutupan novel? Bagaimana hubungan antartokoh? Tokoh yang “gue banget” sangat disukai pembaca, sehingga mengamati penokohan pada novelbest seller menjadi pembelajaran yang sangat menguntungkan bagi penulis.
5. Teknik Narasi
Sudut pandang apa yang dipakai? Siapa narator-nya? Bagaimana kepribadian narator? Apakah narator mengarahkan pembaca ataukah hanya sekedar jejak supaya pembaca berpikir sendiri? Lebih banyak showing atau telling? Teknik narasi adalah cara menyampaikan suatu cerita agar enak dinikmati dan tidak menimbulkan kebosanan bagi pembaca.
6. Nada
Apakah cara tulis pada novel tersebut kaku? Formal sekali, mirip buku-buku nonfiksi, atau seperti gaya reporter surat kabar? Bagaimana narator menyapa pembaca. Sejajar-kah dengan pembaca atau-kah seperti guru sedang mendongeng untuk murid-muridnya? Nada-nada dalam novel seperti impersonal, formal ataukah intim harus sesuai dengan usia pembaca. Penulis haruslah memperhatikan sintaksis dan kosakata yang dipakai agar cerita dapat dicerna oleh pembaca.
7. Dialog
Penulis menyampaikan dialog dalam beberapa cara. Tokoh bisa saja bercakap dengan dirinya sendiri seperti ekacakap dalaman langsung (direct interior monologue), ekacakap dalaman tak langsung (indirect interior monologue) atau berbicara kepada pembaca. Apakah disamping tokoh, narator sendiri juga berbicara kepada pembaca? Bagaimana cara dialog tersebut hadir? Apakah cuma sekedar berkomentar atau menyela? Apakah suatu dialog terasa realis sekali atau konvensional? Apakah dialog tersebut dapat menggantikan narasi, jejak (clue), atau mengandung foreshadowing? Ataukah sekedar cliffhanger saja?
8. Proses Mental
Bagaimana proses mental para tokoh. Apakah pembaca tahu isi pikiran tokoh (omnicient)? Apakah kondisi kejiwaan tokoh berkembang sesuai dengan kemajuan plot? Apakah pembaca dapat mengetahui proses mental tersebut lewat warta dari penulis. Bagaimana caranya? Lewat teknik arus kesadaran? Komentar narator?
9. Keterlibatan Dramatik
Apakah pembaca dapat menangis, tertawa, sedih atau marah sesuai dengan cerita yang dibacanya? Sampai seberapa jauh pembaca terpengaruh? Atau malah sebaliknya, mereka merasa flat-flat saja dari awal sampai akhir novel?
10. Simbol
Penulis tidak selalu menyampaikan sesuatu secara eksplisit. Penulis terkadang menyandikan apa yang ingin mereka sampaikan lewat simbol. Peresensi perlu memahami bentuk-bentuk simbolis yang dipakai agar dapat memahami keseluruhan cerita.

Cara Dan Tips Menjadi Penulis Terkenal

Cara Menjadi Penulis Terkenal oleh CaraRahasia
Menjadi seorang penulis yang terkenal adalah mudah-mudah gampang untuk mencapai hal tersebut. Untuk menjadi calon penulis terkenal perlu beberapa sedikit usaha agar tulisan anda dibaca dan dikenal oleh khalayak umum. Berikut beberapa tips agar anda dapat menjadi penulis terkenal;

1. Mengikuti Kontes

Salah satu cara paling ampuh untuk mengenalkan diri anda di khalayak umum adalah mengikuti kontes lomba penulisan yang diadakan di kota anda, baik itu di sekolah, di kampus, ataupun di tempat-tempat umum. Hal ini menjadi nilai plus bagi anda. Karena jika anda menjadi pemenang dalam lomba kontes tersebut mungkin anda akan diperkenalkan dengan penulis-penulis terkemuka bahkan anda bisa saja bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan penulisan.

2. Mengirim Cerita

Apakah anda ingin menjadi calon penulis novel dan sastra lainnya? Anda mungkin saja sudah banyak melakukan hal-hal kecil seperti mengirim tulisan anda kepada penerbit namun tidak diterima. Anda bisa melakukan hal-hal kecil lainnya seperti dengan mengirim jurnal puisi atau novel anda di media sosial. Misalnya anda dapat mengirimkan tulisan anda di kompasiana.com. Mungkin saja beberapa editor melirik tulisan anda dan menerbitkan tulisan anda baik itu di majalah, koran, atau media lainnya.

3. Produk Digital

Anda juga dapat memanfaatkan keterampilan anda serta mengenalkan tulisan anda kepada orang lain yaitu dengan membuat ebook yang dapat dengan mudah diakses oleh orang lain. Hal lainnya juga dapat anda lakukan juga kursus online. Seperti kursus bagaimana cara menulis cerpen, puisi, novel, atau artikel dengan baik, dan banyak hal lainnya.

4. Menulis Untuk Koran dan Buletin

Anda mungkin dapat memuat opini-opini anda di kolom koran. Hal ini cukup ampuh untuk mengenalkan diri anda kepada khlayak ramai bagaimana karakter dalam penulisan anda.

5. Menemui Penulis Lain

Temuilah beberapa orang yang memiliki minat yang sama seperti anda yaitu menulis. Anda dapat banyak belajar baik itu menambah pengetahuan dan memperbanyak teman yang mungkin lebih banyak pengalaman dalam menulis. Anda juga dapat bertemu dengan penulis lainnya seperti melalui media blogger misalnya.

6. Mencari dan Melakukan Kritik

Anda dapat mencari dan melakukan seseorang yang dapat mengkritik tulisan anda. Tapi carilah orang yang mengerti tulisan anda dan karakter tulisan anda. Hal ini dimaksudkan untuk membantu dan mengembangkan tulisan anda.

7. Berbicara Pada Acara Live

Menjadi seorang penulis yang terkenal tidak cukup hanya dengan tampil di belakang layar. Tetapi untuk menjadi penulis terkenal anda harus berani untuk tampil secara langsung di depan audiens. Hal ini dimaksudkan untuk memperkenalkan diri anda, tulisan anda, bahkan anda dapat berinteraksi dengan pembaca langsung, mendapatkan kritikan dan saran serta pengetahuan yang belum anda ketahui sebelumnya dari audiens.

CARA SEDERHANA MENJADI PENULIS HEBAT

Entah perasaan saya saja atau gimana, rasanya akhir-akhir ini profesi sebagai penulis atau blogger menjadi sebuah pilihan karir yang ‘kece’. Berbeda dengan dulu, banyak orang yang bilang bahwa menjadi penulis tidak memiliki masa depan yang jelas. Bayarannya sedikit, dan tidak mungkin menjadi kaya raya.
Sebenarnya tergantung tujuannya sih. Menurut saya, orang yang menulis karena ingin kaya akan sangat rentan kehilangan semangat. Namun, orang yang memang menulis dari hati, ingin berbagi manfaat dan karya, justru akan menghasilkan materi luar biasa yang tidak terduga.
Dalam sebuah seminar kepenulisan, saya pernah ditanya oleh peserta. Apa sih yang membedakan seorang penulis hebat dengan penulis yang biasa-biasa saja? Berikut ini akan saya berikan dua cara sederhana untuk menjadi penulis luar biasa yang saya dapatkan seorang penulis hebat.
Saya mengutip sebuah kalimat dari Stephen King, “If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot and write a lot.”
Saya sependapat dengan kalimat di atas. Jika kita ingin menjadi penulis, maka lakukanlah dua hal: banyak membaca serta banyak menulis. Banyak dari kita yang ingin menjadi penulis, namun malas membaca, apalagi menulis.
Memang benar ada teknik lain agar kita bisa menjadi seorang penulis hebat, namun dua hal di atas adalah teknik yang paling mendasar. Pertama, banyak membaca. Seorang penulis hebat umumnya adalah seorang yang sangat rakus membaca. Saya terinspirasi dari salah satu guru saya, Pak Sapto Waluyo. Beliau adalah seorang jurnalis dan penulis produktif. Hebatnya lagi beliau selalu tahu apa yang saya tanyakan dan nyambung dengan segala topik diskusi. Baik yang sedang hangat ataupun isu-isu lama. Banyak membaca memperkaya wawasan dan sangat membantu untuk menjadi penulis yang hebat.
Selanjutnya adalah banyak menulis! Ya, tuliskanlah apapun yang terlintas di kepala kita. Saran saya, untuk tahap awal tuliskanlah dulu apa adanya. Tidak perlu pusing memikirkan editing atau tata bahasa, apalagi EYD. Paling penting adalah bagaimana kita bisa mengkomunikasikan gagasan kita melalui tulisan tersebut. Terus berlatih dan berlatih. Sebaiknya alokasikan waktu khusus untuk menulis setiap hari, entah itu di atas kertas, menulis diary, blogging, atau mengirimkan artikel ke media massa.
Saya sendiri saat ini selalu mengagendakan untuk membeli buku atau membaca 3 buku baru selain buku kuliah dan mengalokasikan waktu 2 jam per hari untuk membaca. Menurut saya itu pun masih kurang karena saya sadar semakin saya membaca, semakin banyak hal yang saya tidak tahu. Apalagi jika sudah menggunakan media internet di mana informasi dan wawasan sedemikian berlimpah! Saya juga membiasakan menulis setiap hari di blog ini, bahkan walaupun hari libur sekalipun.
Alhamdulillah walaupun belum jadi penulis sukses, namun saya senang dengan berbagai respon terhadap tulisan-tulisan saya baik yang ada di blog ini ataupun di media massa. Berawal dari tulisan saya yang random dan benar-benar antah-berantah, sekarang tulisan saya justru sangat dinikmati oleh pembaca. Banyak yang mengirimkan email ucapan terima kasih karena terinspirasi oleh tulisan saya. Saya pun semakin terlecut untuk terus belajar menghasilkan karya-karya tulisan yang lebih baik lagi ke depannya.
Sekaligus memperingati momen tahun baru hijriyah, mari kita sama-sama berdoa semoga kita diberikan usia dan diridhoi untuk mengisi usia kita dengan karya yang jauh lebih baik daripada karya-karya kita di tahun sebelumnya. 
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki tips lain untuk bisa menjadi seorang penulis hebat?

CARA MENJADI PENULIS UNTUK PEMULA

Banyak yang bertanya, bagaimana sih cara menjadi penulis?
Saya ini seorang pemula.. apakah saya bisa menjadi seorang penulis?
Saya ini sepertinya tidak berbakat menulis, apakah bisa untuk menjadi penulis?
Jawabannya tentu saja bisa.
Bagaimana cara agar bisa menjadi seorang penulis?
Jawabannya tidak lain tidak bukan adalah dengan mulai menulis. Pokoknya ya kalau mau jadi penulis harus mulai menulis.
Menulis apa? Saya gak punya ide?

Mari Mulai dengan Sebuah Ide

ideAgar bisa mulai menulis kita butuh yang namanya ide. Maka dari itu ketika Anda ingin menjadi penulis, maka mulailah mencari ide.
Bagaimana mencari ide?
Ide bisa kita dapatkan dari kegiatan-kegiatan yang menambah wawasan kita. Misalnya dengan
  • membaca.
  • ikut seminar.
  • menonton tv.
  • dan banyak lagi.
Khusus untuk membaca, seorang penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik juga. Kegiatan menulis tidak akan pernah terpisah dari kegiatan membaca. Maka dari itu kalau mau punya banyak ide menulis, ya banyak-banyaklah membaca.
Apa yang dibaca? Bisa apa saja… majalah, koran, buku, pokoknya apa saja yang bisa dibaca.
Selain dari membaca, ide juga bisa datang dari kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita. Namun bagi saya pribadi, kegiatan membaca adalah kegiatan mencari ide yang paling gampang dan praktis untuk dilakukan.
Ketika Anda kekurangan ide Anda bisa saja membaca sejumlah portal informasi di internet, seperti misalnya membaca Kompas.comGoogle Book, dan lain sebagainya.

Apa yang Harus Dilakukan Kalau Sudah Dapat Ide?

Kalau sudah dapat ide, maka tentu selanjutnya adalah Anda mulai mengeksekusi ide tersebut menjadi sebuah tulisan.
Bagaimana cara mengubah ide jadi tulisan? Cara paling praktis adalah dengan mulai membuat kerangka karangan.
Nah dari kerangka karangan itulah kelak kita bisa membayangkan/mengetahui seperti apa sih tulisan kita nantinya.
Teknik dan cara membuat kerangka karangan akan kita bahas di artikel selanjutnya. :)

Menanamkan Kebiasaan Menulis

Pada intinya seseorang akan jago menulis ketika ia punya kebiasaan menulis.
Kebiasaan artinya setiap hari orang tersebut terus berlatih menulis. Semakin sering kita berlatih semakin terbiasa kita. Tak heran orang yang setiap hari kerjanya nulis, akan semakin mudah ketika disuruh membuat tulisan.
Jika ingin jago menulis maka lakukanlah hal berikut.
  1. Buatlah komitmen untuk terus menulis setiap hari. Komitmen akan membuat Anda bisa lebih disiplin.
  2. Rajin-rajinlah membaca. Semakin banyak yang Anda baca, Anda bisa semakin kaya dengan ide segar.
  3. Jangan takut dan minder dengan kualitas tulisan Anda. Pokoknya terus berlatih.

Desain Kolam Ikan di Depan Rumah Minimalis

Selamat bertemu kembali sahabat pecinta rumah minimalis yang mudah mudahan selalu dalam lindungan tuhan yang maha esa, kali ini admin mau me...