Tampilkan postingan dengan label Cara Menjadi Penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Menjadi Penulis. Tampilkan semua postingan

ARTIKEL: Licentia Poetica - Aspek Tata Bahasa Dalam Sajak

LICENTIA POETICA – ASPEK TATA BAHASA DALAM SAJAK

Licentia poetica atau poetic license (Ing.) diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi kebebasan sastrawan, terutama penyair. Kebebasan itu diartikan sebagai sesuatu kebebasan yang diberikan kepada sastrawan untuk memanipulasi penggunaan bahasa untuk menimbulkan efek tertentu dalam karyanya. Contohnya dalam menciptakan anakronisme, sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dengan  anakronisme, sastrawan melukiskan sesuatu seolah-olah memang pernah terjadi, padahal kalau dilihat melalui sejarah, sesuatu itu tidak ada. Namun kebebasan sastrawan tidak hanya dalam bentuk anakronisme. Kebebasan mereka sampai kepada penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa.
Pada  dasarnya, sajak tetap  mematuhi kaidah tata bahasa karena media sajak adalah bahasa. Sebuah pemikiran atau pengalaman dalam  sajak tidak akan menjadi sesuatu yang utuh tanpa struktur bahasa yang tepat. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, penyair sering melanggar kaidah atau struktur bahasa tersebut.
Sekurang-kurangnya ada tiga alasan yang memungkinkan pelanggaran kaidah bahasa terjadi dalam sajak. Pertama, karena penyair menyampaikan pengalaman puitiknya. Pengalaman puitik lebih banyak berhubungan dengan emosi, intuisi, dan intelek daripada rasio, ilmu, dan ilmiah. Emosi dan intuisi adalah dunia bawah  sadar, seperti juga sajak. Sajak adalah pemunculan kembali dunia bawah sadar. Pengalaman puitik yang melandasinya biasanya muncul sekilas-kilas, maka penyair mengucapkannya dalam bentuk penggalan-penggalan pula. Oleh karena  itu, waktu mengucapkannya terciptalah komposisi bahasa yang hanya mementingkan unsur-unsur yang sangat diperlukan, gatra-gatra yang  terpisah-pisah, sehingga kelihatan tidak menghiraukan kaidah bahasa. Dikatakan kelihatan, karena penampilannya saja yang tidak menghiraukan kaidah bahasa, padahal sebenarnya unsur yang tidak mematuhi kaidah bahasa itu dapat dikembalikan kepada pengucapan yang sesuai dengan kaidah bahasa. Perhatikan susunan bahasa sajak Sutardji yang berjudul Amuk dibawah ini.
(56)  tubuh tak habis ditelan laut tak habis dimatahari
      luka tak habis dikoyak duka tak habis digelak
      langit tak habis dijejak burung tak habis di
      kepak erang tak sampai sudah malam tak sampai
      gapai itulah aku
 
      (Bachri,1981:74)
Sebenarnya pengucapan sajak diatas berasal dari:
a. Tubuh tak habis ditelan laut.
b. Laut tak habis di matahari.
c. Luka tak habis dikoyak duka.
d. Duka tak habis digelak langit.
e. Langit tak habis dijejak burung.
f.  Burung tak habis dikepak orang.
g. Erang tak sampai.
h. Tak sampai sudah malam.
i.  Malam tak sampai menggapai.
j.  Gapai itulah aku.
k. Itulah aku.
Kalimat a sampai k adalah kalimat-kalimat yang mematuhi kaidah bahasa. Akan tetapi, karena Sutardji mengucapkannya dalam bentuk sajak maka ia mengucapkannya tanpa – kelihatannya – mematuhi  kaidah bahasa.. Dan inilah alasan kedua, yaitu pengucapan sajak pendek daripada pengucapan non-sajak  dengan menghilangkan berbagai unsur yang menurut penyair mengganggu pengucapan puitik – penyulapan dan pengasingan.
Ketiga, kepiawaian penyair itu sendiri. Sastrawan adalah orang yang menguasai bahasa ‘author + ity’. Sastrawan adalah orang yang mampu memanipulasi penggunaan bahasa untuk tujuan tertentu. Kalau ia bukan penguasa bahasa, tak mungkin ia  mampu memanipulasi bahasa untuk menghasilkan efek tertentu dalam sajaknya (Atmazaki,1988:41-2).
Walaupun diberikan kebebasan dalam menggunakan bahasa, penyair  tetap terbatas. Pelanggaran  tata bahasa hanya mungkin dilakukan kalau masih mungkin dikembalikan kepada struktur bahasa yang benar. Dengan kata lain, kalau pelanggaran itu  dapat disemantikkan. Jadi, kebebasan sastrawan adalah kebebasan terikat; kebebasan yang tidak sampai kepada taraf anarkisme: kebebasan tanpa tanggung jawab.
Image result for penulis
referensi
Judul buku: Analisis Sajak. Teori, Metodologi dan Aplikasi
Pengarang: Drs. Atmazaki
Penerbit: ANGKASA, Bandung. 1993

CARA MENGIRIM KARYA KE MEDIA CETAK

CARA MENGIRIM KARYA KE KORAN

Sumber: Redaksi/Cerpen Koran Minggu


Teknis Standar Pengiriman Naskah

Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.
Majalah Ummi tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loegue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga.
Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via file attachment.
Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomer rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, alamat email, dan nomer hp.
Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditulis CERPEN: JUDUL CERPEN .
Tulis pengantar singkat-padat-jelas pengiriman cerpen pada badan email. Dan, akan lebih baik jika dalam pengantar ditegaskan tentang lama status cerpen yang dikirim.
“Jika setelah DUA BULAN cerpen ini belum dimuat, maka akan saya kirim ke media lain….”
Selesai.
Tarik nafas dalam-dalam, ucapkan syukur karena telah menyelesaikan sebuah cerpen dan mengirimkannya ke media. Berdoalah semoga layak muat dan dikirim honornya jika dimuat. Amin.
Dan, teruslah (belajar) menulis kreatif lebih baik lagi!
 .
Selatan Jakarta, Gatsu 52-53 Lt.14
17 Januari 2012 09:29 WIB

BERIKUT beberapa alamat email redaksi koran dan majalah yang menerima kiriman CERPEN. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat email redaksi dan honor pemuatan cerpen dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda. Terima kasih.
1. Kompas
opini@kompas.co.idopini@kompas.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen dari redaksi via email.
Honor cerpen Rp. 1.400.000, biasanya 2-3 hari setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.
2. Republika
sekretariat@republika.co.idaliredov@yahoo.com
Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Honor cerpen Rp. 371.000,—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair.
3. Jawa Pos
sastra@jawapos.co.idari@jawapos.co.id
Honor cerpen Rp 925.000 – Rp. 1.000.000, ditransfer 1-2 minggu setelah cerpen dimuat.
4. Suara Merdeka
swarasastra@gmail.com
Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 300.000, hubungi redaksi untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.
5. Koran Tempo
ktminggu@tempo.co.id
Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen jika penulis mencantumkan nomer hp di email pengiriman. Honor cerpen Rp. 750.000,  ditransfer seminggu setelah pemuatan.
6. Media Indonesia
cerpenmi@mediaindonesia.comcerpenmi@yahoo.co.id
Kriteria umum naskah 9.000 karakter. Honor pemuatan cerpen Rp. 700.000 sampai Rp. 1.000.000.
7. Pikiran Rakyat
khazanah@pikiran-rakyat.comahda05@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 300.000.
8. Lampung Post
lampostminggu@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 250.000, hubungi redaksi untuk konfirmasi pencairan honor atau minta tolong teman yang ada di Lampung untuk mengambilkan ke kantor redaksi.
9. Jurnal Cerpen Indonesia
jurnalcerpen@yahoo.comjurnalcerita@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 250.000.
10. Majalah Horison
horisoncerpen@gmail.comhorisonpuisi@gmail.com
Honor cerpen Rp. 450.000, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi untuk konfirmasi pencairan honor, kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.
11. Majalah Ummi
kru_ummi@yahoo.com
Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000 ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan.
12. Majalah Femina
kontak@femina-online.comkontak@femina.co.id
Honor cerpen Rp. 975.000 dan cair seminggu setelah dimuat.
13. Majalah Story
story_magazine@yahoo.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrian pemuatan panjang, bisa 6 bulan sampai setahun. Honor cerpen Rp. 250.000, maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.
14. Majalah Annida-online
majalah_annida@yahoo.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp. 50.000, honor epik (cerita kepahlawanan) Rp. 100.00, maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer.
15. Majalah Bobo
bobonet@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 250.000.

CARA MEMBUAT RESENSI CERITA FIKSI

Banyak situs di internet menyajikan banyak cara dalam membuat resensi buku fiksi. Satu sama lain terkadang menyajikan filosofi dan cara yang berbeda-beda. Bagi saya, resensi bukan alat untuk menjatuhkan penulis.

Saya gemar membuat resensi justru untuk mengkritisi karya fiksi saya pribadi. Jika saya mengagumi gaya tulis seorang penulis, maka itu sama saja dengan mengakui kelemahan saya dan mulai belajar untuk menjadi lebih baik. Sebaliknya, akan saya anggap sebagai rambu agar saya tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Saya memakai poin-poin berikut ini dalam membuat sebuah resensi fiksi.
1. Respon
Ketika saya selesai membaca sebuah karya fiksi. Saya selalu melihat pada diri saya sendiri. Bagaimana perasaan saya saat selesai membaca sebuah cerita? Ingin kelanjutannya? Apakah saya merasakan ketegangan, rasa romantika, ketakutan atau yang lain? Apakah seakan-akan saya menghadapi tokoh nyata, bukan sekedar fiksi? Adakah hal yang membuat saya tidak puas? Merasa janggal ataukah tidak puas?
2. Tema
Cerita di dalam dunia ini memang banyak, tetapi hanya jenis-jenis cerita tertentu yang disentuh oleh penulis. “Hal-hal” demikian diketahui benar oleh penulis, sehingga kebanyakan mereka menyentuh “hal-hal” yang sama (terutama penulis novel populer). Saya pribadi tak mempermasalahkan perulangan tema. Saya tak mengidolakan tema tertentu. Coba Anda lihat, berapa banyak cerita yang memakai tema-tema seputar goblin, peri, zombi, atau kurcaci. Mengamati seberapa besar tema dikembangkan dalam sebuah cerita adalah lebih penting. Penulis yang baik dapat mengembangkan tema cerita sedemikian rupa hingga tingkat klise menjadi tipis.
3. Aksi
Seberapa banyak kejadian-kejadian yang membuat plot bertambah maju/berkembang? Aksi-aksi bagaimana yang membuat hubungan antartokoh atau cerita bertambah rumit. Ada penulis yang membuat cerita berputar-putar di itu-itu juga sehingga narasinya hanya memperbanyak halaman saja tanpa memajukan plot. Banyak-Sedikit perputaran cerita memang tak bisa diperdebatkan. Namanya juga seni, suka-suka yang baca, kan? Bagi remaja, cerita romansa yang banyak mempunyai adegan asmara mungkin akan tampak asoy, tetapi bagi para dewasa, mungkin bobot ceritalah yang menjadi tolak ukur suatu cerita itu menarik. Bandingkan novel-novel Barbara Cartland atau Jane Austen dengan novel-novel populer saat ini, saya yakin Anda akan cepat menemukan perbedaannya.
4. Penokohan
Seberapa banyak round-characterflat-character, atau messenger character? Apakah narasi tentang tokoh dapat mengungkapkan kepribadian tokoh. Apakah perkembangan round-character cukup masuk akal sampai pada penutupan novel? Bagaimana hubungan antartokoh? Tokoh yang “gue banget” sangat disukai pembaca, sehingga mengamati penokohan pada novelbest seller menjadi pembelajaran yang sangat menguntungkan bagi penulis.
5. Teknik Narasi
Sudut pandang apa yang dipakai? Siapa narator-nya? Bagaimana kepribadian narator? Apakah narator mengarahkan pembaca ataukah hanya sekedar jejak supaya pembaca berpikir sendiri? Lebih banyak showing atau telling? Teknik narasi adalah cara menyampaikan suatu cerita agar enak dinikmati dan tidak menimbulkan kebosanan bagi pembaca.
6. Nada
Apakah cara tulis pada novel tersebut kaku? Formal sekali, mirip buku-buku nonfiksi, atau seperti gaya reporter surat kabar? Bagaimana narator menyapa pembaca. Sejajar-kah dengan pembaca atau-kah seperti guru sedang mendongeng untuk murid-muridnya? Nada-nada dalam novel seperti impersonal, formal ataukah intim harus sesuai dengan usia pembaca. Penulis haruslah memperhatikan sintaksis dan kosakata yang dipakai agar cerita dapat dicerna oleh pembaca.
7. Dialog
Penulis menyampaikan dialog dalam beberapa cara. Tokoh bisa saja bercakap dengan dirinya sendiri seperti ekacakap dalaman langsung (direct interior monologue), ekacakap dalaman tak langsung (indirect interior monologue) atau berbicara kepada pembaca. Apakah disamping tokoh, narator sendiri juga berbicara kepada pembaca? Bagaimana cara dialog tersebut hadir? Apakah cuma sekedar berkomentar atau menyela? Apakah suatu dialog terasa realis sekali atau konvensional? Apakah dialog tersebut dapat menggantikan narasi, jejak (clue), atau mengandung foreshadowing? Ataukah sekedar cliffhanger saja?
8. Proses Mental
Bagaimana proses mental para tokoh. Apakah pembaca tahu isi pikiran tokoh (omnicient)? Apakah kondisi kejiwaan tokoh berkembang sesuai dengan kemajuan plot? Apakah pembaca dapat mengetahui proses mental tersebut lewat warta dari penulis. Bagaimana caranya? Lewat teknik arus kesadaran? Komentar narator?
9. Keterlibatan Dramatik
Apakah pembaca dapat menangis, tertawa, sedih atau marah sesuai dengan cerita yang dibacanya? Sampai seberapa jauh pembaca terpengaruh? Atau malah sebaliknya, mereka merasa flat-flat saja dari awal sampai akhir novel?
10. Simbol
Penulis tidak selalu menyampaikan sesuatu secara eksplisit. Penulis terkadang menyandikan apa yang ingin mereka sampaikan lewat simbol. Peresensi perlu memahami bentuk-bentuk simbolis yang dipakai agar dapat memahami keseluruhan cerita.

Jenis-jenis Cerita yang Disukai Pembaca



Sumber: Pinterest
Jenis-jenis cerita berikut ini adalah hasil pengalaman baca saya pribadi. Namun dari pengalaman membuat cerpen untuk teman-teman ataupun atas permintaan “pelanggan cerita” saya, ternyata jenis-jenis cerita berikut bukan hanya saya yang menyukainya. Yang saya maksudkan dengan cerita disini tidak selalu berupa novel, tetapi bisa juga film, lagu atau puisi.
Cerita Inspirasi
Cerita jenis ini selalu mempunyai kekuatan untuk mengubah perilaku seseorang. Anda tentu masih ingat betapa laris-manis buku-buku Chicken Soup for The Souls. Kekuatan cerita ini terletak pada “tidak adanya perintah” kepada pembaca untuk melakukan sesuatu. Cerita inspirasi hanya mempengaruhi pembaca dengan cara radiasi. Atau bahasa kerennya persuasi.
Cerita Tak Terduga (Mengandung Twist)
Tak perduli ceritanya pendek atau sederhana, cerita tak terduga selalu menarik perhatian saya. Cerita jenis ini jelas dirancang dengan matang oleh penulisnya. Efek yang ditimbulkan sangat beragam terhadap pembaca. Bisa marah, jengkel, merasa tertipu, atau malah tertawa? Dalam hal twist, saya selalu tertipu oleh Agatha Christie.
Cerita Tentang Pantang-Menyerah
Saya atau Anda tentulah satu-dua kali pernah merasa putus asa. Belum tentu kita menerima pendapat orang, misal teman, orangtua atau pacar, saat kita berada dalam keadaan ini. Cerita tentang pantang-menyerah selalu memberi kita inspirasi untuk bangkit dari keterpurukan. Semoga para pengarang cerita pantang-menyerah selalu masuk surga. (Amin!)
Cerita Sedih
Para peneliti menemukan bahwa tubuh kita mengeluarkan bahan beracun saat emosi. Bahan-bahan tadi, seperti endorphin leuchine-enkephalin, adrenocorticotrophic hormone (ACTH) dan prolactin, dikeluarkan karena jasa air mata. Dengan dikeluarkan bahan-bahan tadi, tubuh kita terhindar dari tekanan darah tinggi, masalah hati dan sakit lambung.
Maka, jika Anda sedih dan tak bisa mengeluarkan air mata (terutama cowok), ada baiknya jika membaca cerita-cerita sedih. He..he…he…
Cerita sedih mungkin tak menyenangkan, tetapi entah kenapa, banyak orang menyukai cerita jenis ini. Yang saya maksudkan dengan sedih tidak melulu tentang akhir-sedih tetapi juga akhir-bahagia (orang bahagia juga bisa menangis, kan?). Terutama wanita. Lho, kenapa? Kata peneliti, sih, wanita menangis 3,2 kali sebulan, sedangkan cowok 1, 3 sebulan.
Cerita Terkuaknya Rahasia
Cerita misteri tidak selalu horor. Cerita misteri tidak selalu berhubungan dengan hantu. Cerita misteri yang menguak suatu rahasia sungguh menyenangkan. Bikin dag dig dug. Membuat penasaran yang pada akhirnya meletuskan jerawat kekesalan (terhadap awal-awal cerita) di akhir cerita. Saya sudah menghabiskan cerita-cerita Lima Sekawan, Hardy’s Boys dan Trio Detektif karena rasa penasaran ini.
Membangkitkan Senyum atau Tawa
Saya masih ingat cerita-cerita Lupus saat saya masih sekolah. Saya selalu tertawa-tawa dengan gaya bahasa Lupus, Lulu dan Boim. Jaman sekarang memang bukan jaman Lupus, tetapi buku-buku dari Raditya Dika dapat digunakan sebagai pengganti cerita-cerita tentang sebuah senyum. Oh, ya, tak lupa saya juga merekomendasikan Kayla Twitter Camping karya Triani Retno, cukup kocak.
Cerita Tentang Perjalanan
Masih ingat cerita 5 cm. Kisah tentang perjalanan mendaki gunung ini masih segar di ingatan saya. Bukan hanya karena Raline Syah yang cantih (eh?) tetapi karena prinsip-prinsip yang mereka pegang tentang sebuah kehidupan. Nah, ngomong-ngomong masalah kisah perjalanan, saya juga tak lupa saat-saat dengan begitu antusiasnya membaca perjalanan Roy yang ditulis Gola Gong.
Cerita Tentang Sebuah Mimpi yang Menjadi Nyata
Berapa banyak diantara kita yang dulu-dulunya mempunyai mimpi dan sampai sekarang (setelah sekian lama) masih terus berjuang mendapatkannya? Cerita tentang mimpi menjadi nyata juga termasuk jenis cerita yang saya sukai. Cerita-cerita seperti ini mengingatkan kita tentang cita-cita yang mungkin sudah terkubur. Cerita ini membuat kita bangkit dari adem-ayem menjadi bersemangat lagi mengejarnya.
Cerita Tentang Pantang Menyerah
Kisah-kisah seperti Surat Kecil untuk Tuhan (Agnes Donovar) dan 9 Summers 10 Autums (Iwan Setyawan) ataupun Montase (Windry Ramadina) sungguh buku bermutu. Saya tak bisa menjelaskan kepada Anda apa itu “Pantang Menyerah”, tetapi dengan membaca buku-buku tadi, saya harap Anda akan mengetahui maksud saya.
Cerita Tentang Sudut Pandang yang Lain
Selama kita hidup, kita mempunyai banyak sekali pengalaman. Pengalaman-pengalaman tadi akan membentuk kita menjadi orang seperti saat ini. Terkadang dengan membaca sebuah karya fiksi, kita jadi berpikir untuk memandang persoalan dari sudut pandang lain. Cerita-cerita jenis ini membuat kita berhati-hati saat menghakimi orang lain. Kita akan berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan terhadap nasib orang lain.
Dulu, dulu sekali sewaktu kita masih kecil, kita mungkin akan mudah mengatakan “Papa pelit” atau “Mama tidak sayang aku” saat keinginan kita tidak dituruti. Saat kita menjadi orangtua, kita sekarang tahu bagaimana sulitnya menjadi seperti orangtua kita dahulu. Kita sekarang tahu bagaimana sulitnya mencari uang. Cerita fiksi bisa mem-bypass rasa penyesalan kita sehingga tidak perlu berujar “Ah, sudah terlambat”.

Cara Dan Tips Menjadi Penulis Terkenal

Cara Menjadi Penulis Terkenal oleh CaraRahasia
Menjadi seorang penulis yang terkenal adalah mudah-mudah gampang untuk mencapai hal tersebut. Untuk menjadi calon penulis terkenal perlu beberapa sedikit usaha agar tulisan anda dibaca dan dikenal oleh khalayak umum. Berikut beberapa tips agar anda dapat menjadi penulis terkenal;

1. Mengikuti Kontes

Salah satu cara paling ampuh untuk mengenalkan diri anda di khalayak umum adalah mengikuti kontes lomba penulisan yang diadakan di kota anda, baik itu di sekolah, di kampus, ataupun di tempat-tempat umum. Hal ini menjadi nilai plus bagi anda. Karena jika anda menjadi pemenang dalam lomba kontes tersebut mungkin anda akan diperkenalkan dengan penulis-penulis terkemuka bahkan anda bisa saja bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan penulisan.

2. Mengirim Cerita

Apakah anda ingin menjadi calon penulis novel dan sastra lainnya? Anda mungkin saja sudah banyak melakukan hal-hal kecil seperti mengirim tulisan anda kepada penerbit namun tidak diterima. Anda bisa melakukan hal-hal kecil lainnya seperti dengan mengirim jurnal puisi atau novel anda di media sosial. Misalnya anda dapat mengirimkan tulisan anda di kompasiana.com. Mungkin saja beberapa editor melirik tulisan anda dan menerbitkan tulisan anda baik itu di majalah, koran, atau media lainnya.

3. Produk Digital

Anda juga dapat memanfaatkan keterampilan anda serta mengenalkan tulisan anda kepada orang lain yaitu dengan membuat ebook yang dapat dengan mudah diakses oleh orang lain. Hal lainnya juga dapat anda lakukan juga kursus online. Seperti kursus bagaimana cara menulis cerpen, puisi, novel, atau artikel dengan baik, dan banyak hal lainnya.

4. Menulis Untuk Koran dan Buletin

Anda mungkin dapat memuat opini-opini anda di kolom koran. Hal ini cukup ampuh untuk mengenalkan diri anda kepada khlayak ramai bagaimana karakter dalam penulisan anda.

5. Menemui Penulis Lain

Temuilah beberapa orang yang memiliki minat yang sama seperti anda yaitu menulis. Anda dapat banyak belajar baik itu menambah pengetahuan dan memperbanyak teman yang mungkin lebih banyak pengalaman dalam menulis. Anda juga dapat bertemu dengan penulis lainnya seperti melalui media blogger misalnya.

6. Mencari dan Melakukan Kritik

Anda dapat mencari dan melakukan seseorang yang dapat mengkritik tulisan anda. Tapi carilah orang yang mengerti tulisan anda dan karakter tulisan anda. Hal ini dimaksudkan untuk membantu dan mengembangkan tulisan anda.

7. Berbicara Pada Acara Live

Menjadi seorang penulis yang terkenal tidak cukup hanya dengan tampil di belakang layar. Tetapi untuk menjadi penulis terkenal anda harus berani untuk tampil secara langsung di depan audiens. Hal ini dimaksudkan untuk memperkenalkan diri anda, tulisan anda, bahkan anda dapat berinteraksi dengan pembaca langsung, mendapatkan kritikan dan saran serta pengetahuan yang belum anda ketahui sebelumnya dari audiens.

CARA SEDERHANA MENJADI PENULIS HEBAT

Entah perasaan saya saja atau gimana, rasanya akhir-akhir ini profesi sebagai penulis atau blogger menjadi sebuah pilihan karir yang ‘kece’. Berbeda dengan dulu, banyak orang yang bilang bahwa menjadi penulis tidak memiliki masa depan yang jelas. Bayarannya sedikit, dan tidak mungkin menjadi kaya raya.
Sebenarnya tergantung tujuannya sih. Menurut saya, orang yang menulis karena ingin kaya akan sangat rentan kehilangan semangat. Namun, orang yang memang menulis dari hati, ingin berbagi manfaat dan karya, justru akan menghasilkan materi luar biasa yang tidak terduga.
Dalam sebuah seminar kepenulisan, saya pernah ditanya oleh peserta. Apa sih yang membedakan seorang penulis hebat dengan penulis yang biasa-biasa saja? Berikut ini akan saya berikan dua cara sederhana untuk menjadi penulis luar biasa yang saya dapatkan seorang penulis hebat.
Saya mengutip sebuah kalimat dari Stephen King, “If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot and write a lot.”
Saya sependapat dengan kalimat di atas. Jika kita ingin menjadi penulis, maka lakukanlah dua hal: banyak membaca serta banyak menulis. Banyak dari kita yang ingin menjadi penulis, namun malas membaca, apalagi menulis.
Memang benar ada teknik lain agar kita bisa menjadi seorang penulis hebat, namun dua hal di atas adalah teknik yang paling mendasar. Pertama, banyak membaca. Seorang penulis hebat umumnya adalah seorang yang sangat rakus membaca. Saya terinspirasi dari salah satu guru saya, Pak Sapto Waluyo. Beliau adalah seorang jurnalis dan penulis produktif. Hebatnya lagi beliau selalu tahu apa yang saya tanyakan dan nyambung dengan segala topik diskusi. Baik yang sedang hangat ataupun isu-isu lama. Banyak membaca memperkaya wawasan dan sangat membantu untuk menjadi penulis yang hebat.
Selanjutnya adalah banyak menulis! Ya, tuliskanlah apapun yang terlintas di kepala kita. Saran saya, untuk tahap awal tuliskanlah dulu apa adanya. Tidak perlu pusing memikirkan editing atau tata bahasa, apalagi EYD. Paling penting adalah bagaimana kita bisa mengkomunikasikan gagasan kita melalui tulisan tersebut. Terus berlatih dan berlatih. Sebaiknya alokasikan waktu khusus untuk menulis setiap hari, entah itu di atas kertas, menulis diary, blogging, atau mengirimkan artikel ke media massa.
Saya sendiri saat ini selalu mengagendakan untuk membeli buku atau membaca 3 buku baru selain buku kuliah dan mengalokasikan waktu 2 jam per hari untuk membaca. Menurut saya itu pun masih kurang karena saya sadar semakin saya membaca, semakin banyak hal yang saya tidak tahu. Apalagi jika sudah menggunakan media internet di mana informasi dan wawasan sedemikian berlimpah! Saya juga membiasakan menulis setiap hari di blog ini, bahkan walaupun hari libur sekalipun.
Alhamdulillah walaupun belum jadi penulis sukses, namun saya senang dengan berbagai respon terhadap tulisan-tulisan saya baik yang ada di blog ini ataupun di media massa. Berawal dari tulisan saya yang random dan benar-benar antah-berantah, sekarang tulisan saya justru sangat dinikmati oleh pembaca. Banyak yang mengirimkan email ucapan terima kasih karena terinspirasi oleh tulisan saya. Saya pun semakin terlecut untuk terus belajar menghasilkan karya-karya tulisan yang lebih baik lagi ke depannya.
Sekaligus memperingati momen tahun baru hijriyah, mari kita sama-sama berdoa semoga kita diberikan usia dan diridhoi untuk mengisi usia kita dengan karya yang jauh lebih baik daripada karya-karya kita di tahun sebelumnya. 
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki tips lain untuk bisa menjadi seorang penulis hebat?

CARA MENJADI PENULIS UNTUK PEMULA

Banyak yang bertanya, bagaimana sih cara menjadi penulis?
Saya ini seorang pemula.. apakah saya bisa menjadi seorang penulis?
Saya ini sepertinya tidak berbakat menulis, apakah bisa untuk menjadi penulis?
Jawabannya tentu saja bisa.
Bagaimana cara agar bisa menjadi seorang penulis?
Jawabannya tidak lain tidak bukan adalah dengan mulai menulis. Pokoknya ya kalau mau jadi penulis harus mulai menulis.
Menulis apa? Saya gak punya ide?

Mari Mulai dengan Sebuah Ide

ideAgar bisa mulai menulis kita butuh yang namanya ide. Maka dari itu ketika Anda ingin menjadi penulis, maka mulailah mencari ide.
Bagaimana mencari ide?
Ide bisa kita dapatkan dari kegiatan-kegiatan yang menambah wawasan kita. Misalnya dengan
  • membaca.
  • ikut seminar.
  • menonton tv.
  • dan banyak lagi.
Khusus untuk membaca, seorang penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik juga. Kegiatan menulis tidak akan pernah terpisah dari kegiatan membaca. Maka dari itu kalau mau punya banyak ide menulis, ya banyak-banyaklah membaca.
Apa yang dibaca? Bisa apa saja… majalah, koran, buku, pokoknya apa saja yang bisa dibaca.
Selain dari membaca, ide juga bisa datang dari kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita. Namun bagi saya pribadi, kegiatan membaca adalah kegiatan mencari ide yang paling gampang dan praktis untuk dilakukan.
Ketika Anda kekurangan ide Anda bisa saja membaca sejumlah portal informasi di internet, seperti misalnya membaca Kompas.comGoogle Book, dan lain sebagainya.

Apa yang Harus Dilakukan Kalau Sudah Dapat Ide?

Kalau sudah dapat ide, maka tentu selanjutnya adalah Anda mulai mengeksekusi ide tersebut menjadi sebuah tulisan.
Bagaimana cara mengubah ide jadi tulisan? Cara paling praktis adalah dengan mulai membuat kerangka karangan.
Nah dari kerangka karangan itulah kelak kita bisa membayangkan/mengetahui seperti apa sih tulisan kita nantinya.
Teknik dan cara membuat kerangka karangan akan kita bahas di artikel selanjutnya. :)

Menanamkan Kebiasaan Menulis

Pada intinya seseorang akan jago menulis ketika ia punya kebiasaan menulis.
Kebiasaan artinya setiap hari orang tersebut terus berlatih menulis. Semakin sering kita berlatih semakin terbiasa kita. Tak heran orang yang setiap hari kerjanya nulis, akan semakin mudah ketika disuruh membuat tulisan.
Jika ingin jago menulis maka lakukanlah hal berikut.
  1. Buatlah komitmen untuk terus menulis setiap hari. Komitmen akan membuat Anda bisa lebih disiplin.
  2. Rajin-rajinlah membaca. Semakin banyak yang Anda baca, Anda bisa semakin kaya dengan ide segar.
  3. Jangan takut dan minder dengan kualitas tulisan Anda. Pokoknya terus berlatih.

Desain Kolam Ikan di Depan Rumah Minimalis

Selamat bertemu kembali sahabat pecinta rumah minimalis yang mudah mudahan selalu dalam lindungan tuhan yang maha esa, kali ini admin mau me...