Dalam sekejap menyelimuti
Dia menetes tak henti
Dia gelap penuh misteri
Menyakiti hingga nanti
Sangat pilu, hilang semua sakti
Entah apa terjadi
Tak usah lisan bertanya lagi
Beritanya telah hilang sebuah puisi
Seperti ribuan bunga telah mati
Bulan sabit telah terkuliti
Juga tenggelam bunga teratai
Air mata hati itu penuh
Begitu tak merdu
Hanya menampung sendu
Di ikatan jerit dan keluh
Tak usah ada yang berpadu
Jika malam, padanya aku mengadu
Bintang kehilangan dan menjenuh
Langit menjadi gagu
Awan-awan ikut membisu
Rasa sakit jutaan berlabuh
Satu dua tiga hingga beribu-ribu
Hati pun membatu
Air mata hati itu salah
Namun apalah daya
Jika lisan pun terbata
Mengatakan nya pun tak ada kata
Semua kini tinggallah hanya
Dan beradu menjadi entah
Lalu apa?
Tak usah banyak tanya
Tiap malam susah menutup mata
Karena takut pada semua rasa
Yang menggila
Di gelapnya fantasi pujangga
Tentang dunia dan surga
Entah apakah karpet merah
Telah menyambut di neraka
Ah, Sudahlah, Percuma!
SHA, Akhir Tahun 2015
Pembaringan Hujan.

