Kompetensi Khusus
Setelah mengikuti TTM ini, mahasiswa diharapkan mampu :
- Menjelaskan perubahan paradigma dalam pengelolaan SDM
- Menjelaskan jenis HR Metrics yang tersedia
- Menghitung tingkat lowongan pekerjaan
- Menghitung tingkat perputaran karyawan
- Menghitung frekuensi penyelenggaraan pelatihan
- Menghitung tingkat absensi pekerja
- Menghitung tingkat lembur karyawan
- Menghitung tingkat kesalahan
- Menghitung tingkat keluhan dan pengaduan
Perubahan Paradigma dalam
Pengelolaan SDM
Paradigma dalam pengelolaan SDM mengalami evolusi:
personalia human resources human capital

Jenis HR Metricsyang Tersedia
Beberapa metrics yang dapat digunakan untuk mengukur
keberhasilan SDM dalam mencapai tujuan strategis
bisnis:
- Jumlah keluhan pelanggan
- Indeks kepuasan konsumen
- Waktu pengiriman
● Organisasi atau perusahaan harus memilih beberapa
metrics yang paling sesuai, relevan dan mempengaruhi
pencapaian tujuan bisnis.
Tingkat Lowongan Pekerjaan

Dalam penghitungan tingkat lowongan pekerjaan, Auditor
perlu mencermati:
- Tingkat lowongan pekerjaan dalam sebuah perusahaan bisa saja tinggi yang berarti banyak posisi yang tidak terisi
- Tingkat lowongan pekerjaan yang rendah belum berarti bagus.
Tingkat Perputaran Karyawan



Lanjutan Tingkat Perputaran Karyawan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan
HR metrics turnover:
- Tingkat turnover bervariasi untuk setiap industri
- Tingkat turnover yang tinggi tidak selalu berarti jelek dan sebaliknya.
Audit Fungsi Rekrutmen
Dalam audit fungsi rekrutmen, Auditor perlu mengacu pada indikator kunci keberhasilan:
- Ketersediaan Standard Operation Procedure (SOP) rekrutmen
- Ketepatan pelaksanaan E- rekrutmen
- Ketersediaan persyaratan jabatan berbasis kompetensi
- Ketepatan pelaksanaan rekrutmen sesuai tahapan yang seharusnya
5. Ketepatan penggunaan metode dengan
mempertimbangkan jabatan yang lowong dan dana
yang tersedia.
Lanjutan Audit Fungsi Rekrutmen
● Dalam audit fungsi rekrutmen auditor harus mencermati:
1. Apakah perusahaan sudah memiliki SOP di bidang
rekrutmen
2. Apakah perusahaan sudah memanfaatkan teknologi
informasi dalam rekrutmen?
3. Apakah persyaratan jabatan sudah dirumuskan secara tepat?
● Contoh kuesioner audit fungsi rekrutmen
(dapat di lihat pada halaman 26).
Audit Fungsi Seleksi
Dalam audit fungsi seleksi, Auditor perlu mengacu pada indikator kunci keberhasilan:
- Penetapan selection ratio yang tepat
- Ketersediaan SOP seleksi
- Seleksi administratif yang selaras dengan persyaratan jabatan
- Ketepatan tes pengetahuan umum dan keahlian profesi
Lanjutan Audit Fungsi Seleksi
- Ketepatan tes potensi dan kompetensi, dengan menggunakan metode dan peralatan yang tepat
- Kelengkapan dan keakuratan tes kesehatan
- Pertimbangan pengguna
● Dalam melakukan audit seleksi, auditor harus memperhatikan:
1. Apakah selection ratio yang digunakan sudah tepat?
2. Alat tes apa saja yang digunakan, apa sudah tepat?
3. Apakah seleksi dilakukan bebas bias?
● Contoh kuesioner audit fungsi seleksi (dapat di lihat pada halaman 28).
Audit Fungsi Pelatihan dan Pengembangan
Dalam audit fungsi pelatihan dan pengembangan, Auditor perlu mengacu pada indikator kunci keberhasilan:
1. Ketersediaan SOP pelatihan dan pengembangan
2. Integrasi sistem pelatihan dan pengembangan
dengan sistem karier, penilaian kinerja dan balas jasa
3. Kesesuaian sistem pelatihan dan pengembangan
dengan kebutuhan organisasi dan pegawai
4. Ketersediaan pola induk pelatihan dan pengembangan
dengan program yang tepat
5. Ketersediaan portofolio SDM
6. Efektivitas biaya pelatihan dan pengembangan
7. Ketersediaan sarana dan prasarana pusat pelatihan
yang baik
Lanjutan Audit Fungsi Pelatihan
dan Pengembangan
Dalam pelaksanaan audit fungsi pelatihan dan pengembangan, Auditor perlu mencermati:
1. Apakah perusahaan sudah memiliki SOP pelatihan
dan pengembangan?
2. Apakah dilakukan analisa kebutuhan pelatihan
terlebih dahulu untuk setiap program pelatihan dan
pengembangan SDM?
3. Apakah ada keterkaitan antara sistem penilaian
kinerja, karier, dan peltihan SDM?
● Contoh kuesioner audit fungsi pelatihan dan
pengembangan(dapat di lihat pada halaman 36).
Audit Fungsi Manajemen Karier
Dalam audit fungsi manajemen karier, Auditor perlu mengacu pada model karier dan indikator kunci keberhasilan:
1. Ketersediaan SOP karier
2. Adanya perencanaan strategik SDM
- Adanya pola dan jalur karier yang tepat
- Adanya penilaian kinerja berbasis kompetensi
- Adanya portofolio SDM
- Adanya rencana suksesi bagi pegawai bertalenta
“Star”
- Adanya peramalan promosi dan mutasi dalam rangka
pengembangan pegawai
8. Adanya perencanaan karier
Lanjutan Audit Fungsi Manajemen Karier
9. Adanya pengembangan karier yang tepat
10. Efektivitas biaya manajemen karier
Dalam melakukan audit fungsi manajemen karier, auditor perlu memeriksa:
- Apakah perusahaan memiliki rencana suksesi?
- Apakah promosi sudah dilakukan berdasar kinerja
dan kompetensi?
- Apakah setiap karyawan memiliki rencana
pengembangan karier?
● Contoh kuesioner audit fungsi pelatihan dan
pengembangan(dapat di lihat pada halaman 40).
Audit Fungsi Penilaian Kinerja
Dalam audit fungsi penilaian kinerja, Auditor perlu memahami indikator kunci keberhasilan:
- Adanya sasaran perusahaan, sasaran unit kerja, dan
sasaran individu yang tepat, jelas, dan terukur
- Aspek yang dinilai berbasis kompetensi
mempertimbangkan potensi, skill dan perilaku individu
- Dokumentasi hasil penilaian kinerja yang tertata
dengan baik
Dalam melakukan audit fungsi penilaian kinerja, auditor perlu memeriksa:
- Apakah perusahaan sudah memiliki SOP penilaian
kinerja?
Lanjutan Audit Fungsi Penilaian Kinerja
2. Apakah faktor penilian kinerja relevan?
- Apakah ada keterkaitan antara penilaian kinrja
dengan sistem kompensasi?
● Contoh kuesioner audit fungsi penilaian kinerja (dapat
di lihat pada halaman 43).
Audit Fungsi Kompensasi (Balas Jasa)
Dalam audit fungsi kompensasi (balas jasa), auditor perlu memahami:
1. Kompensasi diberikan atas penilaian kinerja berbasis
kompetensi
2. Keadilan internal yang mempertimbangkan bobot
relatif jawaban
3. Keadilan eksternal yang mempertimbnagkan
keselarasan dengan jabatan
4. Kondisi keuangan perusahaan yang sehat dan
mencukupi
Lanjutan Audit Fungsi Kompensasi
(Balas Jasa)
Dalam melakukan audit fungsi kompensasi (balas jasa), auditor perlu mencermati:
1. Apakah perusahaan sudah memiliki SOP di bidang
kompensasi?
2. Apakah sistem kompensasi dirancang dengan
melakukan evaluasi jabatan
- Apakah perusahaan melakukan survei gaji?
● Contoh kuesioner audit fungsi kompensasi/balas
jasa(dapat di lihat pada halaman 46).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar